Mendaki Gunung Tidar Kota Magelang

ikhsan rosadi


Kota Magelang adalah kota yang unik. Di tengah-tengah kota ini terdapat sebuah gunung berukuran kecil, mungkin lebih tepatnya disebut bukit, yang dikenal masyarakat dengan nama Gunung Tidar. Keberadaan gunung ini membuat kota Magelang tidak pernah kekurangan suplai udara bersih. 

Sejak kecil saya sering melewati jalan yang berada persis di sebelah gunung Tidar. Jalan ini merupakan ruas jalan utama menuju pusat kota. Tapi sampai saya berumur tiga puluh tahunan belum sekalipun mendaki ke puncak Gunung Tidar.

Islam di Andalusia

Andalusia adalah suatu daerah yang sekarang berada di Spanyol dan Portugal. Pada masa lalu daerah ini menjadi bagian dari kekuasaan Islam. Fase Andalusia ini merupakan bagian dari masa keemasan Islam. Ilmu pengetahuan berkembang pesat dan menjadi mercusuar ilmu di dunia.


 A. Kondisi Andalusia sebelum masuknya Islam

Nama Andalusia berasal dari kata Vandalusia, bangsa yang menguasai Semenanjung Iberia. Pada tahun 507 M, bangsa Gothia mengalahkan bangsa Vandalusia dan menduduki semenanjung Iberia.

Raja terakhir mereka yang bernama Witiza meninggal, lalu terjadi pemberontakan panglima perang yang bernama Roderick. Sehingga terjadilah peperangan antara putra Witiza dan Roderick. Putra Witiza bersekutu dengan Graf Yulian, penguasa Ceuta, tetapi masih tidak sanggup menghadapi Roderick.

Air Menggenang vs Air Mengalir

air


Saya teringat nukilan dari perkataan Imam Syafi'i, seorang ulama besar yang menjadi rujukan banyak orang Islam di dunia.

إِنِّي رَأَيْتُ وُقُوْفَ المَاءِ يُفْسِدُهُ     #     إِنْ سَاحَ طَابَ وَإنْ لَمْ يَجْرِ لَمْ يَطِبِ

yang artinya:

Sungguh, aku melihat air yang tidak mengalir pasti kotor

Air akan bersih jika mengalir, dan akan kotor jika tergenang


Dalam perkataan tersebut Imam Syafi'i berpesan agar kita selalu dinamis. Tidak mager kalau anak sekarang bilang. 

Pasar Malam dan Kenangan

Saya tidak ingat kapan terakhir ke pasar malam. Ingatan yang tersisa tentang pasar malam adalah ketika saya, ibu, dan tetangga jalan kaki dari kampung ke tempat pasar malam di lapangan Jetak, Mungkid. Jaraknya sekitar 2 kilometer. Tidak terlalu jauh, tetapi juga tidak dekat untuk berjalan kaki. Saya tidak ingat itu kapan, yang jelas tahun 90-an ketika saya masih sekolah dasar.

Setelah selama itu, akhirnya saya berkesempatan ke pasar malam lagi. Pasar malam yang diadakan di lapangan Santan, Pabelan. Hanya 200-an meter dari gerbang kampung. Pasar malam yang tidak besar, tetapi cukup disebut sebagai pasar malam. Asalkan minimal ada bianglala dan kuda-kudaan yang berputar sudah cukup disebut pasar malam bukan? 

pasar malam,bianglala,ikhsan rosad
Bianglala. Permainan yang harus ada di pasar malam (dok pribadi)

Ada berbagai permainan untuk anak-anak dan juga berbagai jajanan "masa kini" untuk kaum ABG. Saya tidak melihat penjual arum manis sebanyak dulu. Hanya ada satu atau dua saja. Setiap menggigit arum manis bagi saya seperti menggigit kenangan masa lalu. Makanan ini selalu saya minta dibelikan di pasar malam dulu.  

Jalan Berbeda

Kehidupan orang dewasa kebanyakan sungguh membosankan. Mereka melakukan hal-hal yang sama, atau hampir sama, setiap harinya. Bangun tidur pukul sekian. Melakukan aktifitas pagi. Berangkat kerja pukul tujuh atau delapan pagi. Rutinitas kerja yang begitu-begitu saja setiap harinya. Lalu pulang di sore hari. Bercengkerama dengan keluarga lalu tidur pukul sembilan atau sepuluh malam. 

Begitu saja setiap harinya. Pada akhir pekan hanya tiduran saja di rumah. Kelelahan setelah satu minggu bekerja. Memasuki masa tua dengan kondisi keuangan yang tidak mencukupi.

jalan berbeda

Mereka melakukan itu hampir dua pertiga dari masa hidupnya. Pernah berpikir tidak jika kamu juga akan begitu? Kamu akan menua dan yang kamu lakukan sepanjang hidupmu adalah bekerja untuk perusahaanmu. Jika kamu suka dengan pekerjaan itu syukurlah, tetapi jika tidak, kamu menghabiskan masa hidupmu dengan kesusahpayahan dan melakukan hal yang tidak kamu sukai selama itu. Miris bukan?

Sebagian orang tidak memiliki kuasa atas pilihan yang dia ambil. Sebagian lain memiliki pilihan, tapi tidak mau mengambil risiko untuk mengambil "jalan yang sepi". Dia merasa aman berjalan bersama orang lain dalam "kerumunan".

Dalam tulisan ini saya tidak akan mengajak kamu ke "jalan sepi" atau tetap di "kerumunan". Saya mengajak kamu untuk berhenti sebentar dari aktifitasmu dan jawab pertanyaan ini: Apakah kamu bahagia dengan pekerjaanmu sekarang?