Kartu Lebaran

Selepas Tarawih, Tarjo terlihat sedang duduk santai di balai-balai teras rumahnya. Sarung masih dikenakannya dengan asal-asalan. Pecinya tampak telah tergantung pada paku yang menancap di dinding kayu rumahnya. Tiga kancing baju teratas terbuka menandakan bahwa ia sedang merasa gerah.

Tak seberapa lama, Ranti, adik perempuannya, keluar dari dalam rumah membawa secangkir kopi yang dipesan Tarjo beberapa menit lalu.

“Ini kopinya, Mas.” Kata Ranti.

“Gulannya satu sendok seperi biasa kan?” Tarjo balas bertanya.

Sebuah Tulisan tentang Pekerjaan

Sejak kecil yang ditanyakan pada kita adalah "cita-cita". Besok kalau besar mau jadi apa? Entah sudah berapa ratus kali pertanyaan itu masuk ke telinga kita. Seolah-olah hidup di masa depan adalah tentang cita-cita saja (baca:kerja).

Apa kenyataannya begitu?
Dunia pendidikan saat ini lebih berorientasi kepada keterampilan kerja daripada pengembangan keilmuan. Pemerintah saat ini sangat mendorong sekolah vokasi. Mindset orang tua dalam menyekolahkan anak mereka adalah agar sukses dalam dunia kerja.

Kaleidoskop Hidup Saya di tahun 2016

Kaleidoskop adalah rangkuman peristiwa penting dalam satu tahun. Itu adalah pengertian kaleidoskop menurut saya sendiri. Artikel ini saya tulis tanggal 31 Desember 2016 pada pukul 21.30 WIB, atau malam tahun baru 2017. Kurang dari 2,5 jam lagi tahun 2017 akan datang. Dan tebakan anda betul, malam tahun baru ini saya tidak pergi kemana-mana. Saya hanya duduk di depan laptop di kamar saya sambil headset saya terpasang di telinga mendengarkan lagu "Sementara Sendiri" yang dibawakan band Geisha. Ini efek nonton film SINGLE di SCTV barusan. Keadaan lebih dramatis lagi karena istri saya baru pulang ke kampung halamannya.

Filosofi "Membakar Kapal"

Mungkin anda pernah mendengar kisah penaklukan Andalusia oleh umat Islam. Kisah ini adalah kisah yang legendaris. Di sekolah-sekolah Islam, kisah ini menjadi salah satu materi dalam mata pelajaran Tarikh atau Sejarah Kebudayaan Islam. Penaklukan tersebut terjadi pada 92 H dan dipimpin oleh Thariq bin Ziyad.   

Anda dapat googling untuk membaca detail kisah tersebut, saya tidak akan membahasnya pada artikel ini. Tetapi ada kejadian yang sangat menarik buat saya pada kisah tersebut. Yaitu momen Thariq bin Ziyad memerintahkan untuk membakar semua kapal yang membawa mereka ke tempat itu. Lalu beliau berkhotbah kepada 7000 pasukan yang dibawanya:
 

Selamat Jalan, Pak Ngadimin!

Saya pertama kali bertatap muka dengan Pak Ngadimin pada tanggal 31 Desember 2010 di gedung Multipurpose UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Waktu itu beliau menghadiri wisuda S1 putrinya, Anis Nuraini, gadis yang menjadi istri saya sekarang. Betul sekali. Pak Min (begitu beliau akrab disapa) adalah bapak mertua saya.

pak ngadimin,pak min,ngadimin,pak min soto
Foto almarhum Pak Ngadimin