Mengunduh Gratis Desain Mentah Spanduk Menyambut Ramadan 1445 H

Rosadi Grafis


Bulan Ramadan akan datang sebentar lagi. Bulan yang dinanti-nantikan seluruh umat Islam di dunia. Banyak kegiatan keagamaan yang digiatkan pada bulan ini, karena pahalanya akan dilipatgandakan berkali-kali lipat.

Untuk menambah kemeriahan dan vibes Ramadan, biasanya di masjid-masjid atau kampung-kampung memasang spanduk atau baliho yang bertemakan Ramadan. Masalahnya adalah tidak semua orang bisa mendesain, apalagi spanduk ramadan 1445 h tadi akan dipasang dengan cepat.

Nonton Film Budi Pekerti Karya Sutradara Wregas Bhanuteja

 

film budi pekerti

"Salah po bener kui mung perkoro sopo sik akeh ngomong."

Zaman media sosial memungkinkan arus informasi mengalir dengan deras. Bahkan seringkali lebih deras dari yang dibutuhkan.

Sayangnya, derasnya informasi itu tidak diimbangi dengan kemampuan memvalidasi kebenaran informasi.

Banyak orang yang sekarang membuat video-video asumsi atau justifikasi terhadap kasus seseorang hanya karena motivasi adsense. Bukan karena ingin membuat dunia menjadi lebih baik.

Hal itu akan menggiring opini publik. Sehingga kebenaran diputuskan berdasarkan suara terbanyak, bukan berdasar pada substansi kebenaran itu sendiri.

Bisa jadi pada zaman sekarang ini keselamatan manusia bukan hanya dari kemampuannya menjaga lisan, tetapi juga dari kemampuan menjaga jarinya.

Mendaki Gunung Tidar Kota Magelang

ikhsan rosadi


Kota Magelang adalah kota yang unik. Di tengah-tengah kota ini terdapat sebuah gunung berukuran kecil, mungkin lebih tepatnya disebut bukit, yang dikenal masyarakat dengan nama Gunung Tidar. Keberadaan gunung ini membuat kota Magelang tidak pernah kekurangan suplai udara bersih. 

Sejak kecil saya sering melewati jalan yang berada persis di sebelah gunung Tidar. Jalan ini merupakan ruas jalan utama menuju pusat kota. Tapi sampai saya berumur tiga puluh tahunan belum sekalipun mendaki ke puncak Gunung Tidar.

Islam di Andalusia

Andalusia adalah suatu daerah yang sekarang berada di Spanyol dan Portugal. Pada masa lalu daerah ini menjadi bagian dari kekuasaan Islam. Fase Andalusia ini merupakan bagian dari masa keemasan Islam. Ilmu pengetahuan berkembang pesat dan menjadi mercusuar ilmu di dunia.


 A. Kondisi Andalusia sebelum masuknya Islam

Nama Andalusia berasal dari kata Vandalusia, bangsa yang menguasai Semenanjung Iberia. Pada tahun 507 M, bangsa Gothia mengalahkan bangsa Vandalusia dan menduduki semenanjung Iberia.

Raja terakhir mereka yang bernama Witiza meninggal, lalu terjadi pemberontakan panglima perang yang bernama Roderick. Sehingga terjadilah peperangan antara putra Witiza dan Roderick. Putra Witiza bersekutu dengan Graf Yulian, penguasa Ceuta, tetapi masih tidak sanggup menghadapi Roderick.

Air Menggenang vs Air Mengalir

air


Saya teringat nukilan dari perkataan Imam Syafi'i, seorang ulama besar yang menjadi rujukan banyak orang Islam di dunia.

إِنِّي رَأَيْتُ وُقُوْفَ المَاءِ يُفْسِدُهُ     #     إِنْ سَاحَ طَابَ وَإنْ لَمْ يَجْرِ لَمْ يَطِبِ

yang artinya:

Sungguh, aku melihat air yang tidak mengalir pasti kotor

Air akan bersih jika mengalir, dan akan kotor jika tergenang


Dalam perkataan tersebut Imam Syafi'i berpesan agar kita selalu dinamis. Tidak mager kalau anak sekarang bilang. 

Pasar Malam dan Kenangan

Saya tidak ingat kapan terakhir ke pasar malam. Ingatan yang tersisa tentang pasar malam adalah ketika saya, ibu, dan tetangga jalan kaki dari kampung ke tempat pasar malam di lapangan Jetak, Mungkid. Jaraknya sekitar 2 kilometer. Tidak terlalu jauh, tetapi juga tidak dekat untuk berjalan kaki. Saya tidak ingat itu kapan, yang jelas tahun 90-an ketika saya masih sekolah dasar.

Setelah selama itu, akhirnya saya berkesempatan ke pasar malam lagi. Pasar malam yang diadakan di lapangan Santan, Pabelan. Hanya 200-an meter dari gerbang kampung. Pasar malam yang tidak besar, tetapi cukup disebut sebagai pasar malam. Asalkan minimal ada bianglala dan kuda-kudaan yang berputar sudah cukup disebut pasar malam bukan? 

pasar malam,bianglala,ikhsan rosad
Bianglala. Permainan yang harus ada di pasar malam (dok pribadi)

Ada berbagai permainan untuk anak-anak dan juga berbagai jajanan "masa kini" untuk kaum ABG. Saya tidak melihat penjual arum manis sebanyak dulu. Hanya ada satu atau dua saja. Setiap menggigit arum manis bagi saya seperti menggigit kenangan masa lalu. Makanan ini selalu saya minta dibelikan di pasar malam dulu.  

Jalan Berbeda

Kehidupan orang dewasa kebanyakan sungguh membosankan. Mereka melakukan hal-hal yang sama, atau hampir sama, setiap harinya. Bangun tidur pukul sekian. Melakukan aktifitas pagi. Berangkat kerja pukul tujuh atau delapan pagi. Rutinitas kerja yang begitu-begitu saja setiap harinya. Lalu pulang di sore hari. Bercengkerama dengan keluarga lalu tidur pukul sembilan atau sepuluh malam. 

Begitu saja setiap harinya. Pada akhir pekan hanya tiduran saja di rumah. Kelelahan setelah satu minggu bekerja. Memasuki masa tua dengan kondisi keuangan yang tidak mencukupi.

jalan berbeda

Mereka melakukan itu hampir dua pertiga dari masa hidupnya. Pernah berpikir tidak jika kamu juga akan begitu? Kamu akan menua dan yang kamu lakukan sepanjang hidupmu adalah bekerja untuk perusahaanmu. Jika kamu suka dengan pekerjaan itu syukurlah, tetapi jika tidak, kamu menghabiskan masa hidupmu dengan kesusahpayahan dan melakukan hal yang tidak kamu sukai selama itu. Miris bukan?

Sebagian orang tidak memiliki kuasa atas pilihan yang dia ambil. Sebagian lain memiliki pilihan, tapi tidak mau mengambil risiko untuk mengambil "jalan yang sepi". Dia merasa aman berjalan bersama orang lain dalam "kerumunan".

Dalam tulisan ini saya tidak akan mengajak kamu ke "jalan sepi" atau tetap di "kerumunan". Saya mengajak kamu untuk berhenti sebentar dari aktifitasmu dan jawab pertanyaan ini: Apakah kamu bahagia dengan pekerjaanmu sekarang?

Berbagi Tugas

Seseorang bekerja dengan niat mencari uang itu tidak salah. Tapi mungkin ia bisa kecewa jika setelah bekerja ia hanya mendapat sedikit, atau bahkan tidak mendapat uang sama sekali.

Seorang ustadz yang berdakwah dengan niat untuk menjadikan semua orang baik tentu boleh saja.  Bagus bahkan. Tapi ia juga bisa kecewa jika yang mengikuti ajakannya ternyata hanya sedikit orang, atau bahkan tidak ada sama sekali.

Kebaikan yang Sederhana


Ada kejadian di spot ini sesaat sebelum foto ini diambil. Seorang laki-laki muda menghampiri saya. Dia bersama teman perempuan. Mungkin pacarnya. Temannya menunggu dari jarak agak jauh, mungkin 10 meteran. 

Dia menyebut nama saya. Saya kaget dan bingung sesaat. Saya tidak bisa mengenalinya karena ia mengenakan topi dan masker. Pakaiannya semua serba hitam. Serba hitam dalam arti anak gaul ya, bukan seperti pakaian Ki Joko Bodo. 

Dunia Berjalan Terlalu Cepat

Beberapa tahun lalu saya dianggap punya keahlian yang tidak dimiliki rekan-rekan di tempat kerja yang lama. Saya bisa mengedit video, meski dalam bentuk yang sangat sederhana, dan menjadikan VCD. 

Saat ini itu sudah bukan keahlian istimewa lagi. Banyak anak muda yang bisa mengedit video dengan aplikasi yang ada di smartphone. Dioperasikan dengan mudah.

Sekitar tahun 2010 an saya belajar sebuah software desain grafis dengan serius. Hingga beberapa tahun setelahnya saya aktif menjadi desainer grafis lepas. 

Sekarang orang sudah tidak perlu repot-repot untuk mendesain. Tinggal instal Canva, beres. Cepat dan bagus.

Teknologi mengubah dunia ini dengan cepat. Terlalu cepat bahkan. Jangankan yang tua, yang masih muda saja sering keteteran untuk mengejarnya. 

Selesai Isoman

Setelah Isoman satu minggu, swab antigen ulang dan akhirnya sudah negatif. Isoman satu minggu sebenarnya bukan perkara sakit karena virusnya, tetapi bosan harus di rumah terus. Meskipun sebenarnya isoman boleh-boleh saja keluar rumah, berjemur di halaman misalnya, tetapi tetap tidak nyaman saja jika ada orang.

Varian Omicron ini saya rasakan mirip penyakit flu. Tidak lebih. Saya hanya merasakan radang tenggorokan dan batuk. Pilek pun tidak. Ditambah banyak tetangga saya yang sedang sakit flu. Mereka terkena dampak Hari Nggregesi Nasional beberapa hari lalu. Tidak bisa dibedakan gejala Omicron dan nggregesi biasa.

Isoman hari kelima kemarin istri demam dan flu juga, akhirnya swab antigen di puskesmas dan hasilnya positif juga. Sampai hari ini istri masih isoman. Nanti siang atau besok antigen ulang. Semoga sudah negatif.

Akhirnya Isoman Juga

Setelah mampu bertahan dua tahun dari gempuran Covid-19, akhirnya kena juga. Malam Jum'at tiba-tiba badan terasa gak enak, radang tenggorokan dan batuk kering mulai masif menyerang. Jumat pagi saya izin tidak bekerja. Karena sudah enakan, sore harinya swab antigen agar besok bisa bekerja lagi dengan aman. Dan ternyata hasilnya positif. Ya sudah, mulailah masa-masa isoman 10 hari ke depan.

Saya sudah menduga bahwa hasilnya akan positif karena beberapa waktu sebelumnya saya kontak dengan penyintas covid juga. Meskipun badan terasa baik-baik saja tapi sementara harus sabar melakukan isolasi mandiri. Virus ini harus berhenti di saya. Tidak boleh menular ke orang lain. 

Salam!

Perihal Nama Anak Kiai

Masa remaja saya habiskan di kabupaten Temanggung. Saya nyantri di salah satu pesantren di sana, di Pondok Modern Assalaam. Tamat enam tahun, setingkat SMP dan SMA. Banyak yang bilang mondok di pesantren itu terkekang, tidak bebas, tidak punya privasi dan istilah lain yang memiliki makna serupa. Bisa benar, bisa salah. Tergantung dari keluarga seperti apa dia berasal.

Jika asal keluarganya orang berkemampuan ekonomi yang baik, tentu akan merasa tersiksa hidup di pesantren yang serba sederhana. Jika dia berasal dari keluarga yang biasa-biasa saja, tidak masalah hidup di pesantren, toh sama-sama hidup sederhana. Kalau dia dari keluarga tidak mampu, akan lebih terjamin hidupnya di pesantren. Banyak teman saya di pesantren berasal dari keluarga tidak mampu. Biaya pesantrennya ditanggung oleh orang tua asuh. Ini dari kondisi ekonomi keluarga.

Konsistensi dan Teori 10.000 Jam

Saya berpendapat bahwa keberhasilan seseorang itu tergantung bagaimana kegigihannya dalam berlatih. Tidak ada cara lain. Tidak ada cara instan. Seseorang yang ingin mahir bermain gitar, ia harus merelakan waktunya untuk berlatih bermain gitar sekian jam setiap hari selama rentang waktu tertentu. Seseorang yang ingin menjadi pesepak bola profesional ala Lionel Messi, ia butuh waktu sekian jam per hari hanya untuk melatih tendangan pinalti saja. 

Bagaimana Menyikapi Pandemi Covid-19 yang Berkepanjangan?

Sudah tujuh belas bulan kita "diteror" covid-19. Terhitung mulai pertengahan maret 2020 kita tidak baik-baik saja. Banyak batasan dalam kehidupan kita. Kita tidak boleh "terlalu akrab" dengan orang lain. Takutnya ketika berbicara ada ludah yang muncrat lalu menyebabkan covid. Mengadakan hajatan juga jadi lebih ribet. Mesti ada biaya ekstra untuk alat-alat prokes. Perijinan dari desa juga belum tentu keluar. Tamu tidak boleh banyak-banyak. Jadi kalau mau nikah nunggu pandemi selesai saja. Kecuali mau nikah hemat dengan alibi prokes :)

Sendal Jepit Saiful

Namanya Saiful Amri. Ia berasal dari sebuah desa di pelosok Temanggung, kurang lebih satu jam perjalanan naik motor dari pusat kota. Karena jalan yang menanjak dan berkelok, perlu motor atau mobil dengan stamina mesin yang prima untuk bisa sampai ke sana dengan selamat. Tidak heran jika ayah Saiful menggunakan motor trail setiap menjenguk saiful ke pesantren. Kadangkala juga terlihat menggunakan Honda Win 100 berplat merah, motor dinasnya sebagai kepala desa.

Menulis lagi...

Setahun lebih tidak menulis di sini. 

Saya sudah tidak mengikuti perkembangan blogging. Beberapa blogger senior yang dulu rutin saya baca blognya sudah lenyap. Saya ketik domainnya yang muncul pemberitahuan dari perusahaan hosting. 

Mendadak semalam saya buka-buka lagi akun blogger.com saya. Saya buka juga akun adsense yang sudah nganggur dari 2016.

Tetiba saya ingin menulis di sini.

Resolusi 2020

Apa resolusimu tahun 2020? haha.. Kata resolusi menjadi kata yang paling banyak ditulis di sosial media mendekati pergantian tahun. Bagus-bagus saja. Tidak ada yang salah.

Esensi pergantian tahun sama seperti esensi ulang tahun, yaitu berkurangnya umur kita. Sehingga setiap tahun harus semakin baik diri kita.
Apa resolusi saya tahun 2020?

Kontraktor


Aku anak yang beruntung. Ayahku sangat menyayangiku. Ia sering membelikan boneka doraemon sepulang dari pergi beberapa hari ke luar kota. Aku sering bertanya kepada Ibu kemana ayah pergi. Kata ibu, ayah pergi bekerja. Aku heran, Ical teman sebangkuku di sekolah ayahnya juga bekerja tetapi bisa pulang setiap hari. Kenapa ayah tidak. Nanti kalau aku sudah dewasa pasti aku paham.

Aku pernah bertanya kepada ibu juga tentang apa pekerjaan ayah. Ibu memberi tahuku sebuah kata yang saya susah kutirukan. Kata ibu, pekerjaan ayah adalah membuat jalan-jalan aspal. Kadang membuat jembatan. Lain kesempatan membuat bangunan puskesmas atau pasar. Hebat sekali pekerjaan ayah. Kalau sudah besar nanti aku ingin bekerja seperti ayah. Membangun jalan-jalan aspal supaya anak-anak desa bisa bersepeda tanpa takut kotor oleh genangan air selepas hujan. Membangun jembatan agar anak-anak bisa ke sekolah dengan bersepeda tanpa harus susah payah menyeberangi sungai berarus deras. Ayahku keren. Pokoknya, kalau besar nanti aku ingin bekerja seperti ayah. Titik.

Menjadi Guru yang Bisa Digugu lan Ditiru

Peruntungan saya dalam mencari pekerjaan bisa dibilang buruk. Saat masih kuliah saya pernah memasukkan lamaran menjadi waiter di salah satu kedai kopi di jogja, Kedai Nusantara namanya. Jangankan diterima. Dipanggil wawancara pun tidak.

Lain kesempatan, saya melamar menjadi operator sebuah warnet yang cukup besar di Jogja waktu itu. Sudah ada dua teman akrab saya yang bekerja di sana lebih dahulu. Saya dipanggil wawancara bersama banyak orang. Walhasil, tidak diterima juga. Padahal sudah ada orang dalam hehe